Alkohol & Infertilitas

Alkohol & Infertilitas

Adakah pengaruh alkohol terhadap infertilitas seseorang? Bagaimana pengaruhnya? Berikut adalah penjelasannya..

Menurut International Journal of Contemporary Medical Research, konsumen alkohol memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk mendapatkan kadar FSH yang rendah, kadar testosteron yang abnormal, oligozoospermia (jumlah sperma yang rendah) dan asthenozoospermia (sperma tidak bisa bergerak dengan lincah).

Wanita juga disarankan untuk tidak mengonsumsi alkohol dalam jumlah berapa pun, karena tidak ada "dosis aman" yang teridentifikasi, dan efek terhadap janin dapat terjadi segera setelah implantasi.

Wanita yang menjalani ART disarankan untuk meminimalkan konsumsi alkohol sebelum memulai pengobatan, karena alkohol dalam jumlah sedang (1 gelas perhari) dapat menurunkan peluang mereka untuk berhasil melahirkan hidup. Sementara pasangan pria harus disarankan untuk setidaknya menghindari alkohol seminggu sebelum mereka memberikan sampel air mani untuk IVF. (Fertility Research and Practice).

Penelitian Rossi, dkk. menunjukkan bahwa pasangan yang keduanya minum alkohol setidaknya empat gelas per minggu kemungkinan melahirkan anak hidup adalah 21% lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang keduanya minum kurang dari empat gelas per minggu.

Alkohol dalam darah Ibu masuk ke bayi melalui tali pusat. Minum alkohol selama kehamilan juga dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, dan berbagai cacat fisik, perilaku, dan intelektual seumur hidup. Cacat ini dikenal sebagai fetal alcohol spectrum disorders (FASDs), Bayi yang lahir dengan FASD memiliki kepala yang kecil, beratnya lebih ringan dari bayi lainnya, dan memiliki ciri wajah yang khas. Selain itu beberapa disabilitas perilaku yang mungkin dialami seperti kesulitan belajar atau ingatan, hiperaktif, kesulitan untuk fokus, keterlambatan bicara, kemampuan penalaran dan penilaian yang buruk, bisa juga mengalami masalah dengan organnya, termasuk jantung dan ginjal.