IVF & Kurang Tidur

IVF & Kurang Tidur

Terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan IVF, salah satunya adalah tidur atau istirahat yang cukup. Berikut adalah penjelasannya..

Tidur yang cukup dan berkualitas lebih penting bagi wanita yang ingin hamil dengan menggunakan program IVF. Wanita dengan kualitas tidur yang rendah memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah daripada mereka yang cukup istirahat.

Menurut American Society for Reproductive Medicine hubungan utama antara kebiasaan tidur yang sehat dan kesuburan terletak pada efek ritme sirkadian pada produksi hormon. (Ritme sirkadian atau irama sirkadian merupakan sistem internal tubuh yang mengatur banyak hal, mulai dari siklus tidur hingga pencernaan).

Tubuh kita mengandalkan tidur untuk mengisi ulang baterainya, memproses ingatan bawah sadar dan sadar kita, dan tidur juga berperan atas sekresi hormon tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Haeundae Paik Hospital Obstetrics and Gynecology Department, Republic of Korea, tidur yang cukup memiliki efek menguntungkan pada sekresi hormon reproduksi, yang mungkin bermanfaat untuk kesuburan dan hasil IVF. Namun, tidur berlebihan juga dapat mengganggu ritme sirkadian dan siklus hormon. Mungkin karena alasan ini, hasil IVF dapat terganggu.

Oleh karena itu, tidur sedang sekitar 7-8 jam dianjurkan untuk pasien yang menjalani siklus IVF untuk meningkatkan tingkat keberhasilan IVF.