Pencegahan Covid-19

Pencegahan Covid-19

Bagaimana cara mencegah Covid-19?

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit. COVID-19 menyebar dari orang ke orang di berbagai belahan dunia. Hingga saat ini sudah lebih dari 1.100.000 kasus di seluruh dunia dengan jumlah lebih dari 2000 kasus ditemukan di Indonesia. Angka kematian penyakit ini menurut Universitas Johns Hopkins sekitar 4,8% dihitung dari kematian rata-rata di setiap Negara, dengan kisaran kematian terbanyak di usia 60 tahun ke atas. Indonesia adalah salah satu Negara dengan angka kematian tertinggi.

Setidaknya terdapat dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). COVID-19 belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia dikarenakan penyakit ini adalah penyakit baru. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2.

Virus corona dapat ditularkan antara hewan dan manusia (zoonois). Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS dari unta ke manusia. Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan COVID-19 ini masih belum diketahui. Namun, sejauh ini menurut WHO penularan utama Covid-19 adalah manusia-manusia, Namun, karena hewan dapat menularkan penyakit lain kepada manusia, maka harus tetap berhati-hati ketika berinteraksi dengan hewan.

Berikut adalah beberapa cara penyebarluasan/penularan dari Covid-19:

  • Tetesan kecil

Tetesan dapat memasuki permukaan kulit dalam jarak tertentu (biasanya 1 m). Virus ini menular ketika pasien batuk, bersin, atau berbicara

  • Kontak tidak langsung

Virus dapat ditularkan melalui kontak tidak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tetesan yang mengandung virus disimpan di permukaan objek, yang dapat disentuh oleh tangan. Virus dari tangan yang terkontaminasi dapat ditularkan ke rongga mulut, hidung dan mata orang tersebut dan menyebabkan infeksi

 

Infeksi COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Gejala klinis utama yang muncul yaitu demam (suhu >38C), batuk, dan kesulitan pernapasan. Selain itu dapat disertai dengan sesak memberat, lemas, nyeri otot, diare dan gejala gangguan napas lainnya. Masa inkubasi yang berarti waktu antara terkena virus dan mulai memiliki gejala penyakit yang diperkirakan untuk COVID-19 berkisar antara 1-14 hari, paling umum sekitar lima hari. Namun ditemukan juga pasien positif tanpa gejala. Oleh karena itu mereka dengan gejala maupun yang tanpa gejala namun kontak langsung maupun sehabis bepergian ke daerah yang positif korona sebaiknya isolasi diri di rumah selama 14 hari guna mencegah penyebaran serta melaporkan diri ke Satgas Corona.

Saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah menghindari terkena virus ini. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan setiap hari untuk membantu mencegah penyebaran penyakit pernapasan, termasuk:

  • Menjaga kebersihan tangan dengan sesering mungkin mencuci dengan dengan sabun dan air mengalir, atau menggunakan hand sanitizer jika situasi tidak memungkinkan
  • Menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, dikarenakan tangan yang terlihat bersih belum tentu tidak terpapr oleh kuman
  • Menerapkan etika batuk atau bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan atas bagian dalam atau tisu, lalu buanglah tisu ke tempat sampah
  • Memakai masker dan melakukan kebersihan tangan setelah membuang masker
  • Menjaga jarak (minimal 1 meter) atau lebih dikenal dengan physical distancing terutama dari orang yang mengalami gejala gangguan pernapasan
  • Mengatur kebutuhan gizi dan pola hidup. Kebutuhan gizi dan pola hidup yang baik juga akan membentuk imun tubuh sehingga dapat mencegah virus, sepert
  1. Makan makanan berprotein tinggi setiap hari termasuk ikan, daging, telur, susu, kacang-kacangan dan kacang-kacangan, pertahankan asupan yang cukup berdasarkan makanan sehari-hari. Jangan makan daging hewan liar.
  2. Makanlah buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, dan tingkatkan asupannya berdasarkan diet harian.
  3. Selama pandemik COVID-19, dianjurkan untuk melengkapi dengan multi-vitamin mineral, dan minyak ikan laut
  4. Minumlah tidak kurang dari 1500 mL air per hari.
  5. Pastikan istirahat teratur dan minimal 7 jam tidur setiap hari.
  6. Melakukan olahraga rutin, setidaknya 30 menit setiap hari

 

Selain mereka yang melakukan isolasi diri, saat ini Pemerintah di beberapa daerah telah mengupayakan pencegahan penyebaran virus ini dengan memberlakukan Learning From Home (LFH) bagi para pelajar dan Work From Home (WFH) bagi pekerja. Terdapat beberapa tips tambahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus korona di rumah, seperti:

  • Tetap menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh
  • Jaga ventilasi yang baik. Beri ventilasi setiap hari agar udara segar masuk. Ventilasi di pagi, siang dan sore disarankan saat udara di luar baik. Ventilasi harus dilakukan selama kurang lebih 15 hingga 30 menit
  • Menjaga kebersihan di kamar, lantai dan perabotan yang bersih, pisahkan limbah rumah tangga dan buang sampah tepat waktu.
  • Simpan hewan peliharaan di penangkaran yang ketat. Apakah hewan peliharaan telah divaksinasi. Pertahankan kebersihan yang baik untuk hewan peliharaan.

 

Bagi mereka yang tetap harus berpegian karena alasan-alasan tertentu seperti bekerja dan sekolah maupun ke tempat umum lainnya, harus tetap berjaga-jaga. Berikut adalah beberapa anjuran yang diberikan:

  1. Penumpang yang menggunakan transportasi umum seperti bus, metro, feri, atau pesawat harus mengenakan masker untuk mengurangi risiko tertular di ruang ramai.

2.Tempat kerja

-Mempertahankan ventilasi di tempat kerja dengan baik.

-Jangan meludah di depan umum, namun meludah ke kertas tisu dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang dapat ditutup jika memungkinkan.

-Batuk atau bersin ke jaringan sambil menutupi hidung dan mulut. Segel tisu bekas dalam kantong plastik sebelum dibuang segera di tempat sampah

-Tetap cuci tangan sesering mungkin untuk menjaga kebersihan pribadi

-Sebisa mungkin menghindari semua jenis pertemuan sosial

3.Sekolah/Kampus

  • Mintalah siswa untuk memberikan perincian tentang sejarah perjalanan dan memperhatikan mereka yang telah kembali dari daerah, komunitas atau keluarga dengan kasus yang dikonfirmasi.
  • Lakukan skrining pada siswa untuk gejala demam, batuk dan gejala infeksi pernapasan lainnya di pagi dan sore hari.

4.Rumah Sakit

-Mengenakan masker selama kunjungan rumah sakit, terutama kunjungan ke klinik demam atau departemen pernapasan.

-Menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan (seperti demam, batuk dan bersin).

-Menjaga kebersihan pribadi yang baik; tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk atau bersin.

-Cuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan berbahan dasar alkohol. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan.

 

Sesampainya di rumah juga terdapat beberapa protokol yang harus  diperhatikan,. Berikut adalah beberapa anjuran masuk ke rumah setelah bepergian selama wabah Covid-19 oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia:

  • Jangan langsung sentuh apapun
  • Buka sepatu sebelum masuk rumah
  • Segera lepas pakaian dan masukkan ke keranjang cucian
  • Segera mandi. Jika tidak bisa mandi, pastikan tetap mencuci area kulit yang terpapar udara luar (termasuk mencuci tangan dengan benar dan tepat)
  • Bersihkan handphone dan kacamata (jika ada), menggunakan alkohol atau disinfektan
  • Bersihkan permukaan atau benda yang dibawa dari luar

 

Selain fisik, kesiapan mental juga harus diperhatikan terutama di masa pandemik seperti saat ini tentunya dapat menimbulkan kecemasan dan kepanikan bagi beberapa orang. Berikut adalah beberapa cara mempersiapkan mental selama wabah COVID19:

  • Sesuaikan sikap dan melihat COVID-19 dari perspektif ilmiah.

Selama hari-hari awal wabah, pengetahuan yang terbatas tentang risiko dan pencegahan COVID-19 dapat menyebabkan rasa cemas dan panik di antara masyarakat, yang diperburuk oleh rumor. Memiliki keyakinan dalam upaya otoritatif untuk pencegahan dan pengendalian dan percaya temuan penelitian ilmiah dari penyakit ini. Sesuaikan sikap Anda, bertindak dengan hati-hati dan jauhi ketakutan.

  • Mengakui kecemasan diri

Pada masa ini hanya sedikit orang yang bisa tetap tenang. Meningkatnya jumlah kasus yang dikonfirmasi akan menyebabkan asumsi bahwa virus baru ada di mana-mana dan tidak dapat dicegah, menyebabkan kecemasan dan ketakutan. Terima status ini dan hindari menyalahkan diri sendiri yang berlebihan karena merasakan emosi seperti itu.

  • Mempertahankan gaya hidup yang teratur dan sehat

Seperti tidur yang cukup, diet seimbang yang sehat dari berbagai kelompok makanan, rutinitas kerja reguler yang dapat membantu mengalihkan diri kita dari wabah serta melakukan olahraga

  • Jangan ragu untuk melepaskan rasa cemas.

Sesekali tertawa, menangis, berteriak, berolahraga, bernyanyi, berbicara, mengobrol, menulis, atau menggambar dapat membantu melepaskan kemarahan dan kecemasan, sertamengalihkan perhatian dan menenangkan diri secara efektif. Menonton TV, mendengarkan musik atau melakukan hobi di rumah juga membantu mengurangi kecemasan.

  • Berusaha untuk tetap santai

Teknik relaksasi dapat membantu melepaskan emosi negatif seperti ketegangan, depresi, dan kecemasan. Beberapa contoh relaksasi seperti relaksasi otot dan pernapasan terbukti dapat mengurangi emosi negatif

  • Mencari dukungan profesional.

Mencari konseling atau perawatan medis untuk ketegangan yang tidak terselesaikan, kecemasan, ketakutan, kemarahan, gangguan tidur, reaksi fisik, dll

 

Sumber:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia. https://www.instagram.com/p/B-RwIy8nbbR. Diakses pada 4 April 2020

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). What you need to know about COVID-19 Coronavirus Disease. cdc.Gov/COVID19

Coronavirus Infections. Viruses 2020, 12(2), 194; https://doi.org/10.3390/v12020194

Education and Emergencies UNICEF New York.  2020. Pesan dan Kegiatan Utama Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Sekolah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid. https://www.covid19.go.id/situasi-virus-corona

Johns Hopkins University and Medicine. 2020. Coronavirus Resource Center. https://coronavirus.jhu.edu/map.html

Henriques, Martha. 2020. Coronavirus: Why death and mortality rates differ.  https://www.bbc.com/future/article/20200401-coronavirus-why-death-and-mortality-rates-differ. Diakses pada tanggal 4 April 2020.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2020. PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) REVISI KE-4.

UNICEF. 2020. Novel coronavirus (COVID-19): Hal-hal yang perlu Anda ketahui

 https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus. Diakses pada tanggal 4         April 2020.

World Organization For Animal Health. 2020. Questions and Answers on the 2019 Coronavirus Disease (COVID-19). https://www.oie.int/en/scientific-expertise/specific-information-and-recommendations/questions-and-answers-on-2019novel-coronavirus/. Diakses pada tanggal 4 April 2020

World Health Organization. 2020. Q&A on coronaviruses (COVID-19). https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses. Diakses pada tanggal  4 April 2020.

Zhou, Wang. 2020. The Coronavirus Prevention Handbook. New York: Skyhorse Publishing