Apa Hubungan Infeksi Vagina dengan Kesuburan?

Apa Hubungan Infeksi Vagina dengan Kesuburan?

Bagaimana infeksi vagina dapat mempengaruhi kesuburan wanita?

Alat reproduksi merupakan salah satu organ tubuh yang sensitif dan memerlukan perawatan khusus. Vagina yang sehat kaya dengan bakteri kecil bermanfaat yang disebut lactobacilli. Bakteri ini membantu mencegah organisme lain menginfeksi vagina dan membantu menjaga kenormalan vagina, yakni di lingkungan yang agak asam. Saat keseimbangan dapat dipertahankan, vagina biasanya hanya akan berbau sedikit (tidak menyengat), dan akan sesekali muncul keputihan, biasanya sekitar 2 minggu setelah periode hari pertama menstruasi yang kemudian akan terlihat peningkatan pengeluaran selama beberapa hari (terdiri dari lendir serviks)

Tidak memperhatikan kebersihan vagina dapat berakibat adanya infeksi pada kelamin, salah satunya infeksi vagina. Infeksi vagina rupanya tidak hanya menimbulkan gangguan kesehatan, hal ini juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Terdapat beberapa bakteri yang dapat menyebabkan infeksi vagina, seperti Vaginosis bakterialis, bakteri Klamidia, bakteri gonore, kandidiasis vulvovaginalis serta parasit trikomonas vaginalis. Selain itu, infeksi yang tidak diobati juga dapat megakibatkan gangguan lain, seperti:

Gangguan tuba

Infeksi tuba adalah kondisi ketiiba tuba fallopii tersumbat sehingga mencegah sperma mencapai ovarium/indung telur untuk membuahi sel telur yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan. Infertilitas tuba lebih mungkin terjadi pada pasien dengan infeksi vaina dibandingkan yang tidak menderita

Endometritis

Radang selaput lendir rahim atau endometritis adalah peradangan yang terjadi pada endometrium, yaitu lapisan sebelah dalam pada dinding Rahim. Endometritis dapat terjadi akibat infeksi, salah satunya infeksi trachomatis atau infeksi vagina yang terjadi karena bakteri.

Infeksi lendir serviks

Infeksi pada lendir serviks dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi sperma untuk tetap hidup. Infeksi dapat mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup sperma di daerah lendir serviks, yang mengakibatkan kerusakan sperma bahkan membunuh sperma sebelum mereka dapat mencapai sel telur, hal ini menyebabkan tidak terjadi kehamilan.

 

Secara keseluruhan, infeksi vagina dapat diketahui dari gejala-gejala seperti keputihan yang berlebihan, iritasi,  gatal-gatal hingga nyeri pada bagian vagina. Infeksi jamur vagina dapat menyebabkan rasa sakit, khususnya pada saat buang air kecil.

Penting untuk menjaga area kewanitaan dengan bersih dan untuk menghindari infeksi vagina dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti

  • menggunakan celana dalan katun dan tidak menggunakan celana yang terlalu ketat
  • tidak menggunakan semprotan atau deodorant untuk daerah kewanitaan
  • mengganti pembalut dengan teratur saat menstruasi
  • membersihkan dari depan ke belakang setelah buang air besar (dari uretra ke arah anus)
  • mandi secara teratur
  • tidak bergonta-ganti pasangan seksual.

 

Sumber:

Cornell Health. Maintaining Vaginal Health. Cornell University: New York. https://health.cornell.edu/sites/health/files/pdf-library/Maintaining-Vaginal-Health.pdf

HIFERI, PERFITRI, IAUI, POGI. (2019). Konsensus Penanganan Infertilitas

Park HJ, Kim YS, Yoon TK, Lee WS. (2016). Chronic endometritis and infertility. Clin Exp Reprod Med. 2016;43(4):185–92