VITAMIN D

VITAMIN D

Bagaimana peranan Vitamin D terhadap kesuburan?

Oleh: DR. Dr. Binarwan Halim, M.Ked (OG), SpOG (K), FICS

Banyak orang memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki anak pada beberapa masa selama hidup mereka. Jika Anda dan pasangan Anda saat ini sedang berjuang untuk memiliki keturunan, Anda tidak sedang sendirian. Karena 15-20% pasangan di Indonesia dinyatakan tidak subur atau infertil. Infertilitas didefinisikan sebagai  kondisi tidak bisa hamil walaupun kedua pasangan sering berhubungan seks tanpa kondom selama setidaknya satu tahun.

Memahami apa yang dimaksud dengan kesuburan sangatlah penting bagi seseorang atau pasangan agar tahu kapan saatnya mencari bantuan. Sekitar 85%-90% pasangan dapat menghasilkan keturunan dalam satu tahun percobaan.

Hanya 7% pasangan yang dapat menghasilkan keturunan di tahun kedua. Infertilitas dapat disebabkan oleh masalah yang ada pada wanita maupun pria, atau kombinasi faktor-faktor dari keduanya yang tidak diketahui penyebabnya.

Reseptor vitamin D (VDR) ditemukan dalam jaringan manusia seperti organ reproduksi pria dan wanita serta memainkan peran utama dalam memfasilitasi aktivitas biologis Vitamin D. Pada beberapa peneliltian, kekurangan vitamin D telah disebutkan sebagai kemungkinan penyebab infertilitas pada wanita. Dalam artikel ini akan dibahas kaitan antara Vitamin D dengan ketidaksuburan pada pria maupun wanita.

 

Vitamin D dikenal juga sebagai "hormone sinar matahari", yaitu hormone larut lemak yang memainkan bagian integral dalam menjaga keseimbangan kalsium dan fosfor, pemeliharaan tulang dan gigi, perlindungan terhadap sejumlah penyakit seperti kanker, diabetes, multiple sclerosis, penyakit jantung, atau obesitas, serta berperan dalam menentukan tingkat kesuburan seseorang.

Vitamin D dibentuk oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari, namun dapat juga diperoleh dari berbagai bahan makanan, seperti kuning telur, daging merah (misalnya daging sapi), sarden, salmon, tuna, hati, atau produk olahan susu.

Kadar optimal dari vitamin D sangat penting bagi penderita PCOS,endometriosis, infertilitas pria, dan program IVF. Karena menurut beberapa penelitian, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan infertilitas.

 

Prevalensi Defisiensi Vitamin D

 

Di Amerika, diperkirakan sekitarâ…“ dari populasinya kekurangan vitamin D dan infertilitas memengaruhi15,5% pasangan di Amerika serta sekitar 53 juta populasi di seluruh dunia.

Dalam sebuah studi yang dilakukan olehLi,et al. di California pada tahun 2012, diamati bahwa mayoritas wanita infertil memiliki kadar vitamin D yang rendah. Dikatakan bahwa wanita yang memiliki berat badan berlebih (menurut BMI), rasAsia, dan kulit hitam, berisiko tinggi kekurangan vitamin D. Demikian pula pada studi yang dilakukanolehRainer,et al. pada tahun2012 di Oklahoma, ditemukanbahwa kekurangan vitamin D sangat lazim dijumpai pada wanita denganPCOS.

 

Peran vitamin D yang berkaitan dengan infertilitas, yaitu:

1.  Penting dalam proses pembentukan dan pematangan sperma

2.  Dalam program IVF, wanita dengan kadar vitamin D yang optimal cenderung memiliki tingkat      keberhasilan yang lebih tinggi

3.  Vitamin D yang teraktivasi berperan dalam meningkatkan motilitas sperma dan mengoptimalkan

Fungsi sperma

Vitamin D memiliki peran penting dalam kesuburan karena berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan,defisiensi vitamin D dapat menyebabkan ketidaksuburan. Untuk itu, penuhi asupan vitamin D harian anda jika ingin segera memiliki momongan dan segera konsultasikan keluhanan serta periksa kesuburan anda sendiri di klinik kesuburan terdekat. Halim Fertility Center merupakan salah satu klinik kesuburan yang saat ini merupakan satu-satunya klinik yang memiliki izin dari Kemenkes di Sumatera Utara dengan fasilitas memadai dan pelayanan yang optimal, because “Your Fertility, We Care”.