ANALISA SPERMA

ANALISA SPERMA

Prosedur Pemeriksaan Sperma

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan sperma yang optimal, pasien diharapkan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut:

  1. Sebelum melakukan pemeriksaan, pasien dianjurkan untuk berpuasa tidak mengeluarkan sperma (abstinensia) baik dalam bentuk aktivitas seksual, masturbasi, ataupun mimpi basah, selama 2-5 hari. Hal ini dikarenakan oleh pemeriksaan sperma yang dilakukan sebelum 2 hari atau setelah 5 hari puasa dapat memengaruhi kuantitas dan kualitasnya (sperma terlalu sedikit atau sperma banyak yang mati).
  2. Pada saat pengambilan sampel sperma, pasien akan diberikan sebuah botol plastik steril khusus bermulut lebar yang telah dilabeli dengan nama dan nomor kartu pasien oleh suster atau petugas klinik Halim Fertility Center (HFC). Pasien dianjurkan untuk tidak menyentuh bagian dalam botol plastik dengan tangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri yang dapat memengaruhi kualitas sperma.

ANALISIS  SPERMA (SPERM ANALYSIS)

Prosedur Pemeriksaan Sperma

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan sperma yang optimal, pasien diharapkan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut:

  1. Sebelum melakukan pemeriksaan, pasien dianjurkan untuk berpuasa tidak mengeluarkan sperma (abstinensia) baik dalam bentuk aktivitas seksual, masturbasi, ataupun mimpi basah, selama 2-5 hari. Hal ini dikarenakan oleh pemeriksaan sperma yang dilakukan sebelum 2 hari atau setelah 5 hari puasa dapat memengaruhi kuantitas dan kualitasnya (sperma terlalu sedikit atau sperma banyak yang mati).
  2. Pada saat pengambilan sampel sperma, pasien akan diberikan sebuah botol plastik steril khusus bermulut lebar yang telah dilabeli dengan nama dan nomor kartu pasien oleh suster atau petugas klinik Halim Fertility Center (HFC). Pasien dianjurkan untuk tidak menyentuh bagian dalam botol plastik dengan tangan untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri yang dapat memengaruhi kualitas sperma.
  3. Pengambilan sampel sperma yang paling dianjurkan adalah dengan cara masturbasi.
    1. Sebelum melakukan ejakulasi, pasien harus mencuci tangan dan penis terlebih dahulu dengan air bersih tanpa menggunakan sabun.
    2. Pasien tidak diperkenankan memakai bahan-bahan pembantu saat ejakulasi, seperti sabun, minyak, krim, dll.
    3. Pada saat pengambilan sampel, sperma tidak boleh ada yang tumpah. Bila tumpah, segera laporkan pada suster atau petugas klinik HFC.
    4. Setelah sperma tertampung dalam botol, letakkan wadah tersebut di tempat yang telah diberitahukan oleh suster atau petugas klinik HFC.
  4. Bila pasien tidak dapat melakukan ejakulasi dengan cara masturbasi, maka pasien diizinkan untuk mengambil sampel dengan cara senggama terputus. Ketika pasien telah mendekati fase ejakulasi, penis langsung dikeluarkan dari vagina dan sperma ditampung di dalam botol tanpa terpapar oleh bahan seperti air atau minyak yang dapat membunuh sperma. Jika pada saat pengambilan ada sampel yang tumpah, maka pasien harus segera melaporkannya pada suster atau petugas klinik HFC.
  5. Bila pasien tidak dapat melakukan ejakulasi dengan kedua cara yang telah disebutkan sebelumnya, maka pasien dapat melakukan pengambilan sampel dengan cara senggama menggunakan kondom khusus penampung sperma yang aman terhadap sperma. Kondom tersebut dapat diminta terlebih dahulu kepada suster atau petugas klinik HFC. Setelah sperma tertampung dalam kondom, sperma harus segera dibawa ke laboratorium HFC untuk diproses.
  6. Pada keadaan tertentu, pasien yang tidak berhasil melakukan pengambilan sampel sperma di ruang masturbasi klinik HFC karena pengaruh stress, dapat meminta izin untuk melakukan pengambilan sampel sperma di rumah sendiri dengan syarat:
    1. Botol penampung sampel harus berasal dari klinik HFC.
    2. Segera setelah ejakulasi, sperma ditampung di dalam botol yang telah disediakan.
    3. Dalam waktu tempuh 1 jam, pasien sudah harus tiba di klinik HFC dan botol harus digenggam dengan tangan supaya tetap hangat.
    4. Bila ada sperma yang tumpah, maka pasien harus memberitahukan kepada suster atau petugas klinik HFC pada saat penyerahan sampel.